My Tutorial

It's Our e-Learning database…

Android Si Perangkat Lunak Terpadu

| 0 comments

Siapa yang tidak pernah mendengar teknologi yang satu ini. Tak masalah meskipun anda hanya mendengarkan tanpa mencicipinya langsung. Ya, Android memang telah sesuatu yang fenomenal di trend 2010 ini dan sejajar dengan iPad keluaran dari Apple. Keduanya boleh dibilang memborong porsi besar pemberitaan, menyingkirkan sejenak subyek-subyek pemberitaan seputar teknologi yang lain. Nah, editorial ini akan membicarakan seputar Android, sebuah platform software terpadu untuk perangkat bergerak (mobile devices) dan tidak hanya terbatas pada ponsel.

Apakah Android itu? Kebanyakan orang awam mungkin hanya mengetahuinya secara sederhana sebagai “Handphone Android” atau “ponsel bikinan Google”. Tidak sepenuhnya salah memang, tetapi kurang tepat karena teknologi Android jauh lebih luas daripada sekadar dipahami sebagai sebuah merek ponsel atau smartphone.
Android adalah sekumpulan perangkat lunak terpadu (software stack) untuk perangkat bergerak (mobile devices) seperti telepon selular, ebook reader, netbook, HD TV dan sebagainya, yang terdiri atas sistem operasi, middleware, dan key applications.

Awalnya Android dibuat oleh perusahaan perangkat lunak Android, Inc yang lantas dibeli oleh Google. Android kemudian diadopsi oleh Open Handset Alliance sebagai proyek Open Source pertama untuk peralatan bergerak.

Android dibangun menggunakan versi modifikasi dari kernel Linux versi 2.6. Sistem Android memungkinkan developer membangan aplikasi sendiri dengan menggunakan bahasa pemrograman Java. Disamping itu Android juga menyediakan tools dan APIs yang dibutuhkan selama pembuatan program. Android juga dapat mengontrol peralatan bergerak seperti ponsel yang menjalankan aplikasi tersebut melalui Java libraries yang dikembangkan oleh Google.

Sebagai bagian dari upaya mendorong terciptanya standar terbuka (open standards) untuk teknologi perangkat bergerak, Google merilis sebagian besar dari kode-kode program Android dibawah Apache License, sebuah model lisensi untuk open source. Dengan lisensi Apache, vendor yang menggunakan platform Android (misalnya perusahaan pembuat ponsel) dapat menambahkan ekstensi atau program tambahan yang bersifat proprietary tanpa perlu mendaftarkan ekstensi tersebut ke komunitas open source.

Distribusi Android dimulai pada 5 November 2007, ditandai dengan pendirian Open Handset Alliance, sebuah aliansi bersama atau konsorsium yang terdiri atas 65 perusahaan pembuat perangkat keras, software, dan telekomunikasi seperti Broadcom Corporation, Google, HTC, Intel dll.

Pada 9 Desember 2008 aliansi tersebut mengumumkan tambahan 14 anggota baru untuk mendukung proyek Android, yakni ARM Holdings, Atheros Communications, Asustek Computer Inc, Garmin Ltd, Softbank, Sony Ericsson, Toshiba, dan Vodafone Group Plc.

Sebagai platform terpadu, Android memiliki fitur-fitur teknis yang dibutuhkan untuk menyusun sebuah sistem operasi bergerak (mobile OS), meliputi:

  • Application framework: memungkinkan reuse dan replacement of components
  • Dalvik virtual machine: dioptimalkan untuk mobile devices
  • Integrated browser: menggunakan open source WebKit engine
  • Optimized graphics: menggunakan custom 2D graphics library; 3D graphics berdasar pada spesifikasi OpenGL ES 1.0 (akselerasi hardware bersifat optional)
  • SQLite: untuk mengelola database/structured data storage
  • Media support: untuk audio, video, dan still image formats (MPEG4, H.264, MP3, AAC, AMR, JPG, PNG, GIF)
  • GSM Telephony (hardware dependent)
  • Bluetooth, EDGE, 3G, dan WiFi (hardware dependent)
  • Camera, GPS, compass, dan accelerometer (hardware dependent)
  • Rich development environment, meliputi device emulator, tools untuk debugging, memory dan performance profiling, dan plugin untuk Eclipse IDE

Selain fitur diatas, Android dibundel lengkap dengan satu set core applications (aplikasi inti) yang meliputi email client, SMS program, kalender, peta (maps), browser, kontak, dan sebagainya. Semua aplikasi tersebut ditulis dalam bahasa pemrograman Java.

Dengan menyediakan open development platform, Android menawarkan kepada para pengembang untuk membuat aplikasi-aplikasi yang kaya dan inovatif. Pengembang memiliki akses penuh ke framework APIs yang juga digunakan oleh aplikasi inti. Selain itu mereka juga bebas untuk megoptimalkan penggunaan hardware, megakses informasi lokasi, menjalankan layanan sendiri, mengatur alarm, dan fungsi-fungsi lain yang tak terhitung banyaknya.

Untuk libraries yang dapat digunakan oleh komponen-komponen dalam sistem (penting buat para developer/pengembang program), Android menyediakan satu set C/C++ libraries sebagai bagian dari Android application framework, berupa:

  • System C library: Implementasi turunan BSD dari standard C system library (libc), di-‘setel’ untuk kebutuhan perangkat berbasis Linux
  • Media Libraries: Mengacu pada PacketVideo’s OpenCORE; media libraries pada Android mendukung kemampuan memutar dan merekam of berbagai format audio dan video, juga untuk membuka file-file image, antara lain format MPEG4, H.264, MP3, AAC, AMR, JPG, dan PNG
  • Surface Manager: Mengelola akses ke display subsystem dan composites 2D and 3D graphic layers dari berbagai aplikasi
  • LibWebCore: Web browser engine yang mendukung Android browser untuk menjelajahi halaman web
  • SGL: 2D graphics engine
  • 3D libraries: Implementasi berbasis OpenGL ES 1.0 APIs; 3D libraries pada Android menggunakan hardware 3D acceleration (jika tersedia pada ponsel/devices) dan software untuk 3D rasterizer
  • FreeType: Bitmap dan vector font rendering
  • SQLite: Database engine yang tersedia untuk semua aplikasi

Sejak rilis pertamanya, Android telah mengalami beberapa kali mengalami updating. Berikut adalah versi awal hingga versi terakhir (stabil) dari Android:

Android 1.5 (Cup Cake) SDK

Berbasis pada Linux Kernel 2.6.27. Diluncurkan pada 30 April 2009. Cup Cake antara lain mendukung fungsi-fungsi seperti merekam dan melihat video pada camcorder mode, mengupload video ke YouTube dan foto ke Picasa langsung dari ponsel, dan Bluetooth A2DP support.

Android 1.6 (Donut) SDK

Diluncurkan pada 15 September dengan berbasis Linux Kernel 2.6.29, Donut menambah kemampuan Android seperti support untuk resolusi layar WVGA, antarmuka kamera, camcorder, dan gallery yang terintegrasi, dukungan untuk CDMA/EVDO. 802.1x (WiFi), VPN, Gestures, dan Text-to-speech engine, serta peningkatan kecepatan untuk kamera dan pencarian.

Android 2.0/2.1 (Eclair) SDK

Android 2.0 Eclair dirilis pada 26 Oktober 2009. Update dari versi sebelumnya meliputi peningkatan hardware speed, dukungan untuk lebih banyak ukuran dan resolusi layar, tampilan browser yang baru dan dukungan untuk HTML5, Google Maps 3.1.2, Digital Zoom, dukungan built in flash untuk kamera, Microsoft Exchange, Blutooth 2.1, Live Wallpapers, dan pengayaan virtual keyboard. Android 2.1 diluncurkan pada 3 Desember 2009 dengan tetap menggunakan codename Eclair. Keduanya menggnuakan Linux Kernel 2.6.29.

Android 2.2 (Froyo – Frozen Yogurt)

Lebih jauh mengenai Android 2.2 Froyo monggo simak di sini.

Ingin mengetahui contoh gadgets pintar yang menggunakan Android sebagai platform perangkat lunaknya? Baca artikel lain tentang list smartphone berbasis Android.

Kunjungi juga http://arcanerain7.blogspot.com

Leave a Reply